Sabtu, 01 Agustus 2009

Lahirnya Improvisasi Musik,Blues,dan Jazz

Improvisasi lahir sejalan dengan lahirnya music ber-genre ‘Blues’. Blues merupakan Gejolak hati para budak negro yang menginginkan kebebasan akibat system perbudakan. Budak belian dari afrika tersebut dipaksa bekerja di perkebunan-perkebunan milik orang eropa di Amerika, Terutama di sepanjang sungai Missippi pada abad 18. Perilaku mereka dibatasi, bahkan untuk bersiul, atau memukul benda-benda yang ada disekelilingnya. Gaya bernyanyi dan Siulan mereka mengandung untaian nada-nada yang membentuk Melodi. Inilah yang menjadi Cikal bakal lahirnya music Blues,Jazz dan konsep Musik Dunia.

Akhirnya, harapan dan keinginan mereka untuk mendapatkan dan menikmati kebebasan tercapai juga dengan dihapuskannya system perbudakan di Amerika. Setiap hari para budak negro bergembira bernyanyi, menari , terutama di sepanjang jalan kota news Orleans. Gaya nyanyian mereka itulah yang disebut dengan ‘Blues’ atau rintihan kesedihan yang dituangkan ke dalam bentuk nyanyian, selanjutnya, para budak negro banyak yang mulai memainkan alat-alat music bekas peninggalan majikannya untuk mengiringi nyanyian mereka (blues). Terciptalah suatu tangga nada hasil kreasi budak negro yang disebut dengan tangga nada ‘Blue not’ atau lebih popular dengan tangga nada Pentatonis Blues. Blues berkembang menjadi music Jazz dan membentuk cabang music Blues lainnya. Seperti Country Blues, Urban Blues, Blues 12 bar, dan Rhitem and Blues.

Jazz merupakan salah satu genre music yang berasal dari music Blues dan dipengaruhi oleh music klasik yang sering didengarkan oleh para majikan mereka dalam suatu jamuan maupun acara dansa antar kerabat. Nuansa harmoni music klasik member inspirasi atas terciptanya pola-pola harmoni melodi Jazz. Selain itu, Jazz juga dipengaruhi oleh Marching Band. Sama halnya dengan Blues, Jazz pun berkembang membentuk style lainnya, di antaranya Ragtime, Boogie Woogie, Swing, Bepop, fusion, Jazz Rock, Jazzy, Foxtrot, Samba, dan Bossanova. Memainkan music Jazz dari salah satu bentuk irama Swing, Bepop, atau Fusion, pasti dituntut adanya pengembangan dan kreativitas yang disebut dengan ‘improvisasi’, dalam bermain improvisasi, dibutuhkan materi Harmonis, diperlukan teknik improvisasi, teknik dinamika, dan teknik penghayatan, Improvisasi dikatakan sempurna jika disertai dengan ekspresi (penghayatan), harmoni (music klasik), dan progresif (semangat marching Band).

· Blues adalah gejolak dari keinginan yang terpendam dan terbelenggu menuju hidup bebas dan menentukan kehidupannya sendiri tanpa terikat dengan aturan yang dipaksakan

· Jazz adalah potensi musikalitas di dalam diri manusia yang salah satunya melahirkan berbagai bentuk irama, seperti Ragtime, Boogie Woogie, Swing, Bepop, Fusion, Jazz Rock, Jazzy, Foxtrot, Samba, Dan Bossanova. Musikalitas mencakup naluri, Insting, Pola piker, Emosi, Ekspresi, Perasaan, dan harmoni music menjadi satu kesatuan

· Improvisasi adalah potensi kreativitas di dalam diri manusia yang selalu mempunyai keinginan untuk melakukan Perubahan-Perubahan dan Menciptkan hal-hal yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar